INERSIA UTERI ADALAH PDF

inersia uteri. 1 ○2. Profile · Activity. This user has not filled their about me section yet. 0 answers. 1 question. ~ people reached. makalah tentang inersia uteriDeskripsi lengkap Inersia Uteri Hipertonik. inersia uteri Prolapsus Uteri. Makalah Prolapsus Uteri. inersia uteri MOMEN INERSIA · Mioma Uteri · Mioma Uteri. lapkas mioma uteri. Mioma Uteri · Prolapsus Uteri. Makalah Prolapsus Uteri. Atonia Uteri.

Author: Gagal Malazshura
Country: Lebanon
Language: English (Spanish)
Genre: Sex
Published (Last): 10 December 2007
Pages: 74
PDF File Size: 1.40 Mb
ePub File Size: 6.90 Mb
ISBN: 409-6-50367-617-1
Downloads: 25542
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Tojagami

Inersia Uteri Home Inersia Uteri. Inersia Uteri Hipertonik inersia uteri. Momen Inersia InersiaFull utero. Mioma Uteri lapkas mioma uteri. Prolapsus Uteri Makalah Prolapsus Uteri. Adenomiosis Uteri Adalau Uteri. Myoma Uteri referat mioma uteri. Prolaps uteri prolaps uteri. Bab-2 Momen Inersia momen inersiaFull description. Makalah Momen Inersia teknik mesin. Ida Bagus Gde Manuaba dalam persalinan diperlukan his normal yang axalah sifat: Kontraksi otot rahim mulai dari salah satu tanduk rahim.

Fundal dominan, menjalar ke seluruh otot rahim 3. Kekuatannya seperti memeras isi rahim 4. Otot rahim yang telah berkontraksi tidak kembali ke panjang semula sehingga terjadi retraksi dan pembentukan segmen bawah rahim. Jenis-jenis kelainan his menurut Prof. His Hipotonik His hipotonik disebut juga inersia uteri yaitu his yang tidak normal, fundus berkontraksi lebih kuat dan lebih dulu daripada bagian lain.

Kelainan terletak pada kontraksinya yang singkat dan jarang.

Selama ketuban utuh umumnya tidak berbahaya bagi ibu dan janin. Hisnya bersifat lemah, pendek, dan jarang dari his normal. Inersia uteri dibagi menjadi 2, yaitu: Inersia uteri primer Bila sejak awal kekuatannya sudah lemah dan persalinan berlangsung lama dan terjadi pada kala I fase laten.

Inersia uteri sekunder Timbul setelah berlangsung his kuat untuk waktu yang lama dan terjadi pada kala I fase aktif. His pernah cukup kuat tetapi kemudian melemah. Dapat ditegakkan dengan melakukan evaluasi pada pembukaan. Pada bagian terendah terdapat kaput, dan mungkin ketuban telah pecah. Dewasa ini persalinan tidak dibiarkan berlangsung sedemikian lama sehingga dapat menimbulkan kelelahan otot uterus, maka inersia uteri sekunder ini jarang ditemukan.

Kecuali pada wanita yang tidak diberi pengawasan baik waktu persalinan. His Hipertonik His hipertonik disebut juga tetania uteri yaitu his yang terlalu kuat.

Sifat hisnya normal, tonus otot diluar his yang biasa, kelainannya terletak pada kekuatan his. His yang terlalu kuat dan terlalu efisien menyebabkan persalinan berlangsung cepat Terjadi persalinan tidak pada tempatnya b. Terjadi trauma janin, karena tidak terdapat persiapan dalam persalinan. Trauma jalan lahir ibu yang luas dan menimbulkan perdarahan dan inversio uteri. Tetania uteri juga menyebabkan asfeksia intra uterine sampai kematian janin dalam rahim.

B ahaya bagi ibu adalah terjadinya perlukan yang luas pada jalan lahir, khususnya serviks uteri, vagina dan perineum.

Bahaya bagi bayi adalah terjadi perdarahan dalam tengkorak karena mengalami tekanan kuat dalam waktu singkat. His Yang Tidak Terkordinasi Adalah his yang berubah-ubah.

  DELINA DELANEY PDF

persinggahan: Distosia

His jenis ini disebut Ancoordinat Hypertonic Urine Contraction. Tonus otot meningkat diluar his dan kontraksinya tidak berlangsung seperti biasa karena tidak ada sinkronisasi antara kontraksi. Tidak adanya kordinasi antara kontraksi bagian atas, tengah dan bawah menyebabkan his tidak efisien dalam uterj pembukaan.

Sarwono Prawirohardjo penyebab inersia uteri yaitu: Kelainan his terutama ditemukan pada primigravida, khususnya primigravida tua.

Inersia uteri sering dijumpai pada multigravida. Faktor emosi dan ketakutan 5. Salah pimpinan persalinan 6. Bagian terbawah janin tidak berhubungan rapat dengan segmen bawah uterus, seperti pada kelainan letak janin atau pada disproporsi sefalopelvik 7. Kelainan uterus, seperti uterus bikornis unikolis 8. Salah pemberian obat-obatan, oksitosin dan obat penenang 9. Peregangan rahim yang berlebihan pada kehamilan ganda atau hidramnion Sarwono Prawirohardjo diagnosis inersia uteri paling sulit dalam masa laten sehingga diperlukan pengalaman.

Kontraksi uterus yang disertai inwrsia nyeri, tidak cukup untuk membuat diagnosis bawah persalinan sudah mulai. Untuk pada kesimpulan ini diperlukan kenyataan bahwa sebagai akibat kontraksi itu terjadi perubahan pada serviks, yaitu pendataran atau pembukaan. Kesalahan yang sering terjadi pada inersia uteri adalah mengobati pasien padahal persalinan belum dimulai False Labour.

Sarwono Prawirohardjo penanganan atau penatalaksanaan inersia uteri adalah: Periksa keadaan serviks, presentasi dan posisi janin, turunnya bagian terbawah janin dan keadaan janin. Bila kepala sudah masuk PAP, anjurkan pasien untuk jalan-jalan. Buat rencana untuk menentukan sikap dan tindakan yang akan dikerjakan misalnya pada letak kepala: Tujuan pemberian oksitosin adalah supaya serviks dapat membuka.

Pemberian okstisosin tidak usah terus menerus. Bila tidak memperkuat his setelah pemberian oksitosin beberapa lama hentikan dulu dan anjurkan ibu untuk istirahat. Pada malam hari berikan obat penenang misalnya valium 10 mg dan esoknya diulang lagi pemberian oksitosin drips. Bila inersia uteri diserati disproporsi sefalopelvis maka sebaiknya dilakukan seksio sesaria. Bila semula his kuat tetapi kemudian terjadi inersia uteri sekunder, ibu lemah, dan partus telah berlangsung lebih dari 24 jam pada primi dan 18 jam pada multi tidak ada gunanya memberikan oksitosin drips.

Sebaiknya partus segera diselesaikan sesuai dengan hasil pemeriksaan dan indikasi obstetrik lainnya Ekstrasi vakum, forcep dan seksio sesaria. Distosia secara harfiah didefinisikan sebagai persalinan sulit yang ditandai dengan kemajuan persalinan yang lambat. Sebab-sebab distosia dapat dibagi dalam 3 golongan besar: Kelainan tenaga atau kelainan his.

His yang tidak normal dalam kekuatan atau sifatnya dapat menyebabkan bahwa rintangan pada jalan lahir yang lazim terdapat pada setiap persalinan, tidak dapat diatasi, sehingga persalinan mengalami hambatan atau kemacetan.

Persalinan dapat mengalami gangguan atau k emacetan karena kelainan dalam letak atau bentuk janin. Kelainan dalam ukuran atau bentuk jalan lahir bisa menghalangi kemajuan persalinan atau menyebabkan kemacetannya. Distosia karena kelainan tenaga his Distosia karena kelainan tenaga his adalah his yang tidak normal, baik kekuatan maupun sifatnya, sehingga menghambat kelancaran persalinan. Kelainan his terutama ditemukan pada primigravida, khususnya pada primigravida tua.

  ESC225 HAGER PDF

Pada multipara lebih banyak ditemukan kelainan yang bersifat inersia uteri.

Satu sebab yang penting dalam kelainan his, khususnya inersia uteri, ialah apabila bagian bawah janin tidak berhubungan rapat dengan segmen bawah uterus misalnya pada k elainan letak janin atau disproporsi sefalopelvik. Peregangan rahim yang berlebihan pada kehamilan ganda maupun hidramnion juga dapat merupakan penyebab dari inersia uteri yang murni.

Kelainanya terletak dalam hal kontraksi uterus lebih aman, singkat dan jarang daripada biasa. Inersia uteri dibagi atas 2 keadaan: Kelemahan his timbu;l sejak permulaan persalinan.

Kelemahan his yang timbul setelah adanya his yang kuat, teratur dan dalam waktu yang lama. Diagnosis inersia uteri memerlukan pengalaman dan pengawasan yang teliti terhadap persalinan. Pada fase laten diagnosis akan lebih sulit, tetapi bila sebelumnya telah ada inetsia his yang kuat dan lama, inersua diagnosis inersia uteri sekunder lebih mudah. Inersia uteri menyebabkan uyeri akan berlangsung lama dengan akibat -akibatnya terhadap ibu dan janin Penanganan: Periksa keadaan serviks, presentasi dan posisi janin, turunya bagian terbawah janin dan keadaan panggul.

Kemudian buat rencana untuk menentukan sika dan tindakan yang akan dikerjakan, misalnya pada letak kepala. Maksud pemberian oksitosin adalah supaya serviks dapat membuka. Pengertian Inersia uteri adalah kelainan his yang kekuatannya tidak adekuat untuk melakukan pembukaan serviks atau mendorong janin keluar www. Sering dijumpai pada penderita dengan keadaan umum kurang baik seperti anemia, uterus yang terlalu teregang misalnya akibat hidramnion atau kehamilan kembar atau makrosomia, grandemultipara atau primipara, serta para penderita dengan keadaan emosi kurang baik.

Dapat terjadi pada kala pembukaan serviks, fase l aten atau fase aktif maupun pada kala pengeluaran insersia uteri di bagi atas 2 kekuatan. Insersia uteri primer Terjadi pada permulaan fase laten, sejak awal telah terjadi his yang tidak adekuat sehingga sering sulit untuk memastikan apakah penderita telah memasuki keadaan inpartu atau belum.

Etiologi Menurut Rustam Mochtar sebab-sebab inersia uteri adalah: Kelainan his sering dijumpai pada primipara 2. Faktor herediter, emosi dan ketakutan 3. Salah pimpinan persalinan dan obat-obat penenang 4.

Inersia Uteri Hipertonik

Bagian terbawah janin tidak berhubungan rapat dengan segmen bawah rahim, ini dijumpai pada kesalahan-kesalahan letak janin dan disproporsi sevalopelvik 5. Kelainan uterus, misalnya uterus bikornis unikolis 6. Kehamilan postmatur postdatism 7. Penderita dengan keadaan umum kurang baik seperti anemia 8.

Uterus yang terlalu teregang misalnya hidramnion atau kehamilan kembar atau makrosomia C. Komplikasi yang mungkin terjadi Utsri uteri dapat menyebabkan persalinan akan berlangsung lama dengan akibat-akibat terhadap ibu dan janin infeksi, kehabisan tenaga, dehidrasi, dll D.